Biografi Walt Disney

Walter Elias Disney atau lebih dikenal sebagai Walt Disney (lahir di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 5 Desember 1901 – meninggal di Burbank, California, Amerika Serikat, 15 Desember 1966 pada umur 65 tahun) adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat. Ia terkenal akan pengaruhnya terhadap dunia hiburan pada abad ke-20. Sebagai ko-pendiri Walt Disney Productions (bersama Roy O. Disney), Disney menjadi salah satu produser film paling terkenal di dunia. seorang penerbit filem tersohor di dunia. Perusahaan yang didirikannya, kini dikenal sebagai The Walt Disney Company, kini memiliki pendapatan tahunan sekitar $ 35 miliar.
Disney terkenal sebagai produser film dan showman, dan juga inovator dalam bidang animasi dan desain taman bermain.
Ia dan anak buahnya menciptakan berbagai karakter terkenal dunia, seperti Miki Tikus yang disuarakan oleh Disney sendiri. Ia telah memenangkan 26 Academy Awards dari 59 nominasi.[2] Selain itu, Disney juga meraih 7 Emmy Awards.
Walter Aleas Disney atau lebih dikenal dengan sebutan Walt Disney adalah Sesosok tokoh yang mampu menunjukan kepada dunia bahwa segala impian dapat diraih dengan kerja keras, optimisme, kreativitas, imajinasi dan kenyakinan.

Berawal dari profesi animator beliau masuk ke industri hiburan. Melalui karya karyanya yang inovatif dan spectacular, beliau mampu menyakinkan dunia akan keberadaannya. Seiring popularitasnya yang kian menanjak, kekreatifitasan dan imajinasinya yang luar biasa mampu membawa namanya lebih melambung sebagai seorang sutradara, produser film, hingga yang paling menakjubkan adalah sebagai seorang pendiri The Walt Disney Production (bersama adiknya Roy O. Disney) yang kini di kenal sebagai The Walt Disney Company. Sebuah perusahaan hiburan tersohor di seluruh  dunia yang hingga kini masih mampu berdiri dengan kokoh, dan mampu mendapatkan pemasukan 35 miliyar per tahun.



            Awal Sebuah Perjalanan Hidup


Pada tahun 1901, Walt Disney dilahirkan di sebuah keluarga kecil sederhana yang berdomisili di Chicago, Amerika Serikat. Ibunya bernama Flora Call seorang wanita Jerman. Sedangkan ayahnya adalah seorang petani bernama Elias Disney yang merupakan keturunan Irlandia.

Pada tahun 1907, saat Walt berusia empat tahun. Elias dan keluarganya pindah ke sebuah peternakan di Marceline, Missouri. Disanalah Keluarga Walt Disney bekerja dengan menggarap lahan pertanian dari tanah yang telah dibeli Elias. Walt Disney sangat menikmati keadaan disana. Setiap hari, beliau membantu ayahnya bercocok tanam. Salah satu hal yang membuat beliau nyaman adalah pemandangan di lahan pertanian yang sangat menyatu dengan berbagai hewan lucu, seperti bebek dan anjing yang setiap saat selalu menemaninya bercocok tanam. Disamping itu, ada pula tikus-tikus yang sering kali membuatnya jengkel karena menyerang pertaniannya. Ketiga hewan inilah yang selalu melekat dalam benaknya yang kemudian memberikan pengaruh yang luar biasa dalam karirnya.

Pada tahun 1911, Walt Disney bersama keluarganya pindah ke Kansas City. Disana, Walt dan adiknya Ruth bersekolah di Benton Grammar School. Disana Walt Disney bertemu dengan Walter Pfeiffer, seorang teman yang memperkenalkan dunia vaudeville dan dunia film pada Walt. Sejak itulah, Walt lebih sering menghabiskan banyak waktu dengan keluarga Pfeiffer dibanding keluarganya sendiri demi mengembangkan minat barunya terhadap dunia vaudeville dan dunia film. Selain dengan mengunjungi keluarga Pfeiffer, beliau juga mencoba mengembangkan minat nya itu dengan mengikuti kursus hari Sabtu di Kansas City Art Institute.

Beberapa tahun kemudian, Elias merasa bisnis pertaniannya tidak lagi menjanjikan. Ia sering sekali mengalami gagal panen, dan keadaan ini membuatnya harus banting setir untuk menekuni dunia baru. Alhasil pada tahun 1917, Elias membeli saham di sebuah pabrik jelly ‘O-Zell’ di Chicago. Elias merubah pabrik itu menjadi sebuah pabrik koran, dan membawa keluarga kecilnya termasuk Walt Disney kembali ke Chicago. Demi menghemat pengeluaran pabrik koran barunya tersebut, Elias mempekerjakan anak-anaknya, Walt Disney dan Roy Disney untuk menjadi pegawai tetapnya. Setiap hari, keduanya harus bangun pukul 3 dini hari demi menunggu truk pengangkut barang datang. Sesaat setelah truk datang, mereka diharuskan mengangkat barang barang yang beratnya tak sebanding dengan barat badan mereka. Disamping kegiatan berat yang harus dilaluinya di sebuah pabrik koran ayahnya, Walt Disney tidak lupa mengembangkan minatnya yang terpendam dalam dunia seni. Beliau mengembangkannya melalui kursus malam di Chicago Art Institute dan belajar aktif di Mc.Kinley High School. Kala itu, Beliau adalah seorang kartunis muda yang diakui di sekolahnya, beliau selalu mengisi kolom koran harian sekolah dengan karya kartun berbau patriotiknya yang berfokus pada Perang Dunia 1.

Pada saat Walt Disney berusia 16 tahun, beliau mengakhiri tahap belajar formalnya di sekolah. Alhasil, Beliau hanya mengerjakan tugas utamanya membantu ayahnya di pabrik koran. Setiap hari, beliau mengantarkan koran korannya untuk para pelanggan. Menyusuri lika liku jalanan mewah dengan perumahan megah yang berjejeran, memandang banyak kaum berada yang menikmati pagi tenangnya dengan secangkir teh hangat atau sekedar bermain dengan peliharaan mewahnya. Seringkali Walt berfikir, apakah untuk hidup di dunia ini orang harus bekerja mati matian sebagai budak dengan upah yang hanya bisa sekedar untuk mengisi perut? tidakjah ada jalan lain untuk hidup? Kemudian setelah itu terlintas pula sebuah pemikiran “Mengapa mereka bisa hidup mewah, sementara dirinya hidup serba kekurangan”

Atas dasar pemikiran itulah, Walt Disney memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan bersenjata AS di usia 16 tahun. Namun rencana tidak pernah sepenuhnya lancar seperti apa yang diharapkan. Beliau harus merelakan satu usaha kecilnya itu pupus karena usianya yang terlalu muda. Ditolak di angkatan bersenjata AS, ternyata tidak mampu menghancurkan tekad bulatnya dalam memperbaiki hidup. Beliau bergabung di Palang Merah dan diterima disana. Di sana, beliau dikirim ke perancis selam setahun sebagai sopir ambulans.

Tidak lama kemudian, Walt kembali ke daerah asalnya. Kesulitan yang selama ini membelenggunya membuat beliau melahirkan pelajaran kedua dalam hidupnya, yaitu “Kehidupan itu adalah suatu pilihan, apakah kita mau hidup kaya atau miskin, tergantung sepenuhnya atas keputusan dan tindakan kita saat ini” atas dasar pemikiran itulah, Walt Disney mecoba kembali mewujudkan usaha kecilnya masuk ke angkatan bersenjata, karena menurutnya pekerjaan tentara bisa memberi kekayaan yang lebih dibanding sebagai seorang pengantar koran yang bekerja dengan gratis. Di sela sela pekerjaannya sebagai angkatan bersenjata, walt menggunakan waktu luangnya untuk menggambar. Rupanya, bakat walt dalam menggambar ini dalam sekejap mampu menyihir teman-temannya dalam buaian perasaan bahagia melalui karya karya yang tercipta dari tangan kasar tersebut. Karena kekaguman akan bakat walt yang luar biasa itulah, banyak teman-teman di dinas angakatan bersenjata memintanya untuk membuat karakter wajahnya dalam sebuah karya yang menakjubkan.

Setelah Perang Dunia I usai, Walt keluar dari angkatan bersenjata. Pada saat itulah, kehidupan sulit mulai kembali di hidup walt Disney. Sulitnya mencari pekerjaan pada masa itu menjadi salah satu faktor terkuat penghias masa suram dalam kehidupan Walt Disney saat itu. Kembali ke kedua orang tuanya adalah hal yang paling menjadi gangguan dalam pikirnya. Beliau merasa malu jika beliau harus kembali ke kedua orang tuanya yang masih dalam keadaan kekurangan, apalagi beliau sempat menyombongkan dirinya pada keluarganya karena ia mendapat pekerjaan sebagai seorang tentara yang merupakan pekerjaan orang kaya. Karena kegensi an itulah, akhirnya walt tidak memiliki uang ataupun barang sedikitpun, bahkan untuk tidurpun ia harus menumpang pada sebuah bengkel kecil dengan kasur berupa bangku usang berdebu. Lebih parah lagi, sekali dalam seminggu ia harus pergi mengendap-endap ke stasiun kota di malam hari hanya untuk menghilangkan bau keringat yang melekat pada tubuhnya. Walt menyadari bahwa hal ini tidak mungkin membawanya ke hal yang baik jika dibiarkan terus menerus.

Beliau kembali mengingat impiannya di masa lalu, beliau ingin menjadi kaya dan bukan menjadi seorang gelandangan seperti sekarang. Tapi apa daya, dalam keadaan sekarang, tanpa modal, tanpa kenalan, dan tanpa pekerjaan apalah yang bisa beliau lakukan. Dalam keadaan parah inilah, Walt akhirnya merumuskan prinsip hidupnya yang ketiga, yaitu “Tidak peduli seberapa parah keadaan kita saat ini, namun keadaan pasti akan berubah lebih baik apabila kita masih memiliki satu hal : Harapan“  Sejak saat itulah, beliau berusaha bangkit walau dengan terseok seok. Dari prinsipnya itu, beliau menyadari satu hal yang masih dimilikinya dan menjadi satu satu nya harapan yang ada adalah bakat menggambarnya. Namun beliau berfikir bagaimana caranya agar bakat yang dimiliknya tersebut mampu menghasilkan banyak uang untuk dirinya? Setelah sekiat lama memutar otaknya, Beliau menemukan sebuah ide cemerlang. Hollywood adalah ide yang terlintas di pikirannya. Yah, Walt memutuskan untuk mengadu nasib di Hollywood, sebuah tempat yang sangat cocok untuk bakat seni dan kegemaran dalam dirinya. namun untuk kesana diperlukan cukup banyak modal. Akhirnya demi sebuah mimpi, beliau rela menekan dengan kuat gensi dan apapun yang disebut dengan malu itu untuk meminjam uang pada kakaknya Ray. Seusai mendapat modal, datanglah Walt Disney ke sebuah dunia hiburan dengan lahan khusus berlabel Hollywood. Setibanya disana, ternyata Walt harus menyadari bahwa Beliau adalah satu dari sekian ribu orang yang berharap bisa menjadi sebuah bintang yang bersinar di kancah hiburan, dan dari sini lah tahap meraih mimpi yang sesungguhnya dimulai.

Awal sebuah keberhasilan


Juli, 1923, Walt secara resmi sampai dan mulai masuk dalam dunia Hollywood. Sesampainya di sana, ternyata masuk dan berkiprah dalam dunia hiburan Hollywood bukanlah hal yang mudah. Walt Disney memulai perjuangannya di kacah hiburan hollywood dengan masuk satu persatu ke studio studio di sana. Menawarkan diri untuk bekerja di profesi apapun asalkan berhubungan dengan dunia perfilman. Namun ternyata segala sesuatunya tidak semudah dan semulus pemikiran Walt. Ini terbukti dengan tak ada satupun tawarannya yang diterima oleh satu studio sekalipun. Bahkan untuk pekerjaan yang paling rendah sekalipun.

Tetapi hal seperti itu, sama sekali tidak menjadikan alasan patahnya semangat Walt Disney. Beliau berfikir. Jika ada orang yang berhasil kenapa saya tidak? Di matanya hanya ada dua macam orang : Mereka yang merasa kalah dan kemudian terlantar bila mereka tidak menemukan pekerjaan, serta mereka yang mampu mencari penghasilan dengan cara apapun dalam masa sulit. Dari dua macam orang tersebut. Walt Disney adalah type orang yang selalu bekerja keras dan masuk dalam type golongan ke dua.

Walt sesaat berfikir kenapa semua orang disana tak mau menerimanya dan ketika itulah beliau menyadari bahwa orang-orang di studio itu menolak dirinya karena beliau tak memiliki keahlian khusus yang mampu memikat hati mereka. Dari situlah beliau belajar lebih keras untuk mengembangkan bakatnya, beliau membeli beberapa kertas kosong dan mulai menggambar. Satu, dua, tiga hingga beberapa karya muncul. Setelah yakin atas karya yang di buatnya, beliau kembali mendatangi satu persatu studio yang ada di Hollywood. Namun kali ini berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya beliau tak membawa bukti akan bakat terpendamnya, namun kini ia membawa karya-karya yang menjadi andalannya.

Ternyata trick membawa karya adalah satu hal yang tebukti jitu untuk mendapatkan pekerjaan di Hollywood. Karena ada satu studio yang tertarik dengan karya Walt yang menggambarkan bakat Walt Disney yang luar biasa. Alhasil, studio itu segera memesan satu cerita “Alice in Wonderland” dalam bentuk film kartun bergerak dengan harga awal US$1.500. Mendapat tawaran tersebut membuat Walt Disney terkejut, ternyata upahnya jauh lebih tinggi dari harapannya yang menginginkan US$ 50 sebulan. Tanpa pikir panjang, Walt Disney menyetujui kontrak tersebut.Walt Disney bekerja dengan keras dalam proyek ini, karena pada saat itulah kesempatan besar memupuk kepercayaan dan tangga menuju kesuksesan yang selanjutnya dimulai.

Rangkaian seri Alice in Wonderland akhirnya selesai. Karya tersebut sukses luar biasa di Amerika. Ini dibuktikan dengan diputarnya Alice in Wonderland selama tiga tahun berurut turut. Dengan hasil dari film inilah, Walt mulai bisa memperbaiki hidupnya. Membeli rumah, membuat studio sendiri dan memperbaiki kehidupan pribadinya, yakni membentuk keluarga bersama Lilian Bounds.

Keberhasilan ini, membuat Walt Disney termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan benar-benar orisinil. Maka muncullah serangkaian memory indah di masa sulitnya terdahulu, bebek dan anjing peneman aktivitas cocok tanamnya, hingga tikus lucu yang sering mengganggunya. Dari situlah, Walt Disney membuat karakter lucu, sebuah makhluk kecil cerdik yang dikenal dengan nama Mickey Mouse sebuah nama yang diberikan oleh istrinya Lilian Bounds. Sesaat setelah mickey mouse meluncur di dunia hiburan. Dengan sekejap karakter ini menjadi bintang tenar di seluruh penjuru dunia, dan bahkan lebih terkenal dibanding bintang bintang Hollywood yang tanpan ataupun cantik nan mempesona. Walaupun tidak dipungkiri bahwa pada mulanya para produser menyambut kedatangan Mickey mouse ini dengan kurang bersemangat.

Perubahan dalam dunia hiburan kartun


Lahirnya Mickey mouse, Donald bebek dan Pluto pada masa itu adalah hal yang cukup menggemparkan. Pada awalnya ketiga karakter ini masuk dalam seri kartun bisu atau tanpa suara dubbing. Karena itulah Disney bereaksi untuk memberikan sedikit perubahan yang meningkatkan kualitas dunia hiburan kartun. Beliau bersama kelompok pembantunya, memperkenalkan sebuah metode baru untuk mensikronkan suara dan animasi. Beliau terus mencari teknik teknik baru untuk menyempurnakan karyanya. Beliau akhirnya menerapkan proses teknikolor yang baru. Dengan teknik baru ini, beliau tidak perlu lagi menggunakan kombinasi 2 warna. Namun beliau menggunakan 46 rona warna. Kartun berwarna yang pertama di rilis di dunia adalah Silly Sumphony yang merupakan hasil kerja keras Walt Disney bersama tim nya, dan kartun ini mampu memberikan kegembiraan dihati penggemar kartun.

Walt Disney semakin menyadari bahwa bidang ini adalah bidang yang paling cocok untuk dirinya. akhirnya ia memutuskan untuk terus melakukan yang terbaik demi terwujudnya karya yang lebih sempurna. Alhasil, beliau mengembangkan karya nya dalam skala yang lebih besar. Beliau membangun suatu kelompok berotak cerdas yang dapat membantunya dalam menciptakan dan menawarkan produk produk layak tonton dan bermutu, yang kemudian beliau latih sendiri.

Disney merasa bahwa para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Beliau tahu bahwa satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan mengadakan kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya sederhana: memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya terus bertambah besar, beliau memutuskan untuk mendirikan sekolah sendiri pada tahun 1930. Tempat dimana beliau akan mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Ketika sekolah itu dibuka untuk pertama kalinya. Sekolah tersebut segera dipenuh dengan kerumunan orang banyak. Tentu saja, banyak sekali orang yang ingin membuat tokoh kartun yang lebih realistic seperti yang dilakukan Walt Disney. Karena respon penduduk yang begitu antusias. Walt Disney akhirnya mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi yang menunjukan kehidupan nyata dengan berbagai binatang yang dapat diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku, entah itu tidur, terjaga, makan, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan  produk yang bermutu dan lebih realistic.

Pada tahun 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow white. Untuk membuat film ini beliau membutuhkan waktu dua tahun penuh. Film tersebut merupakan salah satu karya besarnya. Tidak lama sesudah itu, beliau membangun studio film modern di Burbank, California. Di tempat itu beliau mempekerjakan 1.500 orang..

Setahap demi tahap, beliau bergerak menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Dari hidup beliau, beliau berani berkata “Saya hanya bekerja dengan baik dan jika ada hambatan saya harus atasi dengan baik pula. Saya khawatir akan segala sesuatu yang berjalan dengan terlalu baik, karena saya takut akan perubahan mendadak dalam situasi yang terjadi dalam hidup saya”

 Setelah Perang Duinia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Begitu perang selesai, bisnis makin sibuk bagi Disney Studios, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. beliau sering bekerja hingga larut malam. Bahkan, beliau sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Pada keesokan harinya beliau akan menyuruh aistennya untuk meneliti apa yang ditemukannya; katanya, potongan-potongan kertas ini sering kali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan banyak film besar, antara lain Cinderella, Peter Pan dan Bambi.

Karya-Karya Walt Disney                   


Sejak Walt Disney masuk dalam dunia hiburan yang lebih luas, beliau banyak menciptakan berbagai karya spectacular diantaranya adalah :

1.      Snow White and the Seven Dwarfs, 1937.

2.       Pinocchio, 1940.

3.       Fantasia, 1940.

4.       Dumbo, 1941.

5.       Bambi, 1942.

6.       Saludos Amigos, 1943.

7.       The Three Caballeros, 1945.

8.       Make Mine Music, 1946.

9.       Fun and Fancy Free, 1947.

10.   Melody Time, 1948.

11.   The Adventures of Icabod and Mr. Toad, 1949.

12.   Cinderella, 1950.

13.   Alice In Wonderland, 1951.

14.   Peter Pan, 1953.

15.   Lady And The Tramp, 1955.

16.   Sleeping Beauty, 1959.

17.  101 Dalmations, 1961.

18.  The Sword And The Stone, 1963.

19.  The Jungle Book, 1967.

20.  The Aristocats, 1970.

21.  Robin Hood, 1973.

22.  The Many Adventures Of Winnie The Pooh, 1977.

23.  The Rescuers, 1977.

24.  The Fox And The Hound, 1981.

25.  The Black Cauldron, 1985.

26.  The Great Mouse Detective, 1986.

27.  Oliver & Company, 1988.

28.   The Little Mermaid, 1989.

Setelah karyanya The little Mermaid tahun 1989 inilah, Walt Disney mulai mengubah teknik menggambar dan melukis dengan tangan menjadi teknik computerized system atau CAPS, sebuah teknik yang dikembangkan dengan alat bantu komputer. Karya yang berhasil di buat adalah :

1.      The Rescuers Down Under, 1990.

2.      Beauty And The Beast, 1991.

3.      Aladdin, 1992.

4.      The Lion King, 1994.

5.      Pocahontas, 1995.

6.      The Hunchback Of Notre Dame, 1996.

7.      Hercules, 1997.

8.      Mulan, 1998.

9.      Tarzan, 1999. (Released June 18th, 1999)

Lahirnya Disneyland


Pada tahun 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Saat itu, semua temannya terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek yang akan di buat oleh Walt Disney adalah proyek yang gila dan benar benar gila. Sekali lagi, Disney menekankan pada mereka bahwa mimpi dapat diwujudkan dengan kerja keras untuk kemudian di ciptakan dalam sebuah kenyataan yang indah.

Yah, Proyek besar yang gila tersebut adalah ide Walt Disney untuk menciptakan Disneyland. Sebuah ide yang muncul ketika beliau berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Beliau membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi. Sejak saat itulah Walt Disney akhirnya memutuskan untuk mewujudkan proyek besar tersebut, tidak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya, walau banyak diantara teman-temannya mengatakan hal tersebut adalah hal yang mustahil dan beresiko.

Namun tak ada yang mustahil, sama seperti perkataan Walt Disney dalam sebuah media surat kabar “Kebahagiaan akan timbul dalam diri kita, apa bila kita melakukan sesuatu yang benar benar kita sukai”. Beliau membuktikan itu semua. Tahun 1955 Disneyland terbentuk di Anaheim, California. Hari itu adalah hari besar bagi Walt Disney. Saat pembukaan Disneyland beliau berkata “Kesuksesan dimulai ketika kita mulai menciptakan impian jauh kedepan dan saat kita berkomitmen untuk mencapai impian itu, maka selanjutnya impian  itu akan menjadi magnet yang menarik kita kesana dan mewujudkannya dalam kenyataan”

Buah manis kerja keras Walt Disney


Tahun 1985, Disneyland menunjukkan eksistensinya dengan kedatangan pengunjung ke-250 juta. Suatu prestasi yang luar biasa berkat kegigihan walt Disney bersama pendukung pendukung yang selalu setia mendukungnya. Bahakan pada tahun itu, pendapatan Disney mencapai 50 milyar US per tahun, diluar pendapatan wara laba barang barang menchandize berlabel Disney dan cabang Disneyland negara lain seperti cabang Disneyland Paris & cabang Disneyland Tokyo. Lewat karya karya spectacularnya Walt Disney mampu menyabet 900 penghargaan, 32 Oscar, 5 gelar Doctor HC, dan 5 Emmy Award serta tercatat seagai salah satu orang terkaya di dunia.

Sungguh prestasi yang jauh lebih besar dari harapan kecil seorang Walt Disney



Selamat Jalan Walter Elias Disney


Sejak tahun 1955, Walt Disney mengabdikan dirinya dengan segenap jiwa dan raganya di Disneyland demi kebahagiaan para pengunjungnya. Beliau terus memperbaiki dan memaksimalkan kemampuannya hingga tahun 1966 perjalanan beliau harus terhenti.
Refrensi:
https://syidyo.blogspot.com 
http://id.wikipedia.org/wiki/Walt_Disney
http://recyclekimsangmi.blogspot.com/2012/10/biografi-walt-disney.html